"UNTUK ISLAM, BANGSA, DAN ILMU PENGETAHUAN."

Kamis, 03 Februari 2011

Menakar pemahaman mahasiswa UII

oleh : Walid Jumlad (Mahasiswa Psikologi UII'07 jogjakarta)


Masalah di kampus kita memang sangat kompleks. Mungkin mirip juga dengan kondisi Indonesia. Kalau mau adil, setiap elemen kampus, mulai dari pejabat kampus, keluarga mahasiswa (termasuk di dalamnya lembaga eksekutif dan legislatif), sampai mahasiswa non-lembaga pun punya andil dalam membuat kampus ini tidak menarik lagi. Kalau dibahas semua satu per satu disini, akan terlalu panjang.
Tapi sepertinya petuah klasik pas untuk menggambarkan semua itu:"Berangkatlah dari niat dan kamu akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatmu". Birokrat kampus misalnya, selalu menggadang-gadangkan sistem adiministrasi UII yang sangat baik dan terpadu. Mendapatkan sertifikasi ISO dsb. Yah kalo niatnya cuma buat prestise dan menarik mahasiswa baru aja, ya itulah yang mereka dapatkan.

Seingatku, waktu ada tim akreditasi datang ke psikologi tahun lalu, pihak prodi sampai nyewa bunga segala. Terus pada pasang poster ilmiah di sana-sini. Semuanya buat pencitraan di mata asesor. Ya itulah yang akhirnya mereka dapatkan.
Kalau lembaga mahasiswa maunya apa? Menancapkan sedalam-dalamnya kuku organisasi eksternal kampus dalam keluarga mahasiswa? Ya sebatas itulah yang mereka dapatkan. Setelah tertancap pun tak tahu mau diapakan.

Lalu mahasiswa yang berada di luar semua itu? Kuliah niatnya apa? Biar nggak jadi pengangguran? Ya itulah yang mereka dapatkan. Lulus cepat? Berdiskusi? Mengkritik kebijakan pemerintah? Ikut kompetisi ilmiah? Nyari pacar? Menyenangkan hati orangtua? Ya itulah yang mereka (atau kita) dapatkan.

Aku juga terus mencoba mengajak teman2 dan adik2 angkatan di psikologi supaya giat berdiskusi mengenai psikologi. Jadi ilmu psikologi bisa digunakan sebagai analisis, atau solusi, untuk masalah sehari-hari. Banyak yang tertarik, tapi banyak juga yang enggan memusingkan kepala dengan diskusi. "Kuliah saja sudah pusing, ngapain pusing lagi dengan diskusi!" Itu alasan dari mereka yang tidak tertarik.
Aku pikir untuk saat ini sulit untuk membuat sebuah gerakan mayoritas. Setiap orang punya ketertarikan yang amat beragam. Teknologi informasi telah membuat orang memiliki dimensi yang amat beragam untuk mengaktualisasikan minatnya. Ada yang cukup puas dengan kondisi kampus saat ini, tapi ada yang yang tidak puas.

Kesimpulannya, amat sangat susah membuat ribuan orang yang memiliki perbedaan karakter, pola pikir, dan ideologi, memiliki niat yang sama dalam "menghidupkan kampus" dan mencapai satu hasil bersama. Tapi juga tidak mustahil untuk mewujudkannya. Semuanya tergantung niat "masuk ke perguruan tinggi mau apa?". Dosen saya pernah berkata:"Skripsi adalah media bagi mahasiswa untuk mengartikulasikan pengetahuan yang telah diperoleh agar mampu memecahkan masalah melalui kaidah-kaidah ilmiah". Lha kalau niat ngerjain skripsi cuma supaya lulus kuliah, ya iitulah yang akan didapatkan. Tak salah juga sebenarnya. Pilihan ada di tangan kita, pergerakan juga ada di tangan kita. Teruslah berjuang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar